Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali? Kenali 4 Penyebabnya!

Problem anak tidak mau makan sama sekali merupakan masalah yang biasanya membikin orang tua khususnya si ibu pusing.  Gimana tidak pusing coba? Setiap Ibu pasti ingin anaknya bisa makan dengan normal. Karena makan dan minum adalah satu diantara sekian prasyarat tumbuh kembang seorang anak. Eh, giliran disuapin nasi, si anak tidak mau makan.

Masih bagus kalau si anak tidak bermasalah dengan makanan yang lain. Tentu bisa diakalin dengan makanan pokok selain nasi. Tapi bagaimana jika si anak tidak mau juga makan makanan yang lain. Maunya cuma susu. Repot bukan?

anak nggak suka makan

 

Jika ada kasus si anak tidak doyan makan sama sekali maka perlu dicari penyebabnya.  Jika sudah tahu penyebabnya maka penanganannya akan lebih mudah. Walaupun secara umum, anak tidak mau makan sama sekali atau makannya cuma sedikit itu bukanlah hal sangat serius. Dalam arti tumbuh kembang anak tidak akan begitu terganggu. Seperti tetangga saya yang anak semata wayangnya tidak mau makan nasi. Sehingga kabarnya dia hanya makan roti, buah dan apapun selain nasi setiap hari. Dan ternyata  perkembangan fisik serta intelegensianya tidak terganggu. Sekarang si anak itu sudah dewasa dan sedang kuliah.

Baca Juga : Cara Membuat Otak Cerdas Menurut Islam

Jadi kalau anda mempunyai anak yang sama sekali tidak mau makan janganlah panik dulu.  Selain berikhtiar agar si anak mau makan nasi, tentu konsultasi ke dokter anak atau dokter gizi juga lebih baik.

Ada beberapa analisa  penyebab kenapa anak tidak mau makan sama sekali.

  1. Gangguan oral motor

Apa itu gangguan oral motor?

Istilah ini dedefinisikan untuk anak yang mengalami gangguan pergerakan motorik mulut. Sehingga dia susah untuk mengunyah dan menelan.  Dari jenisnya, gangguan oral motor sendiri banyak variannya. Namun semuanya mengerucut pada gangguan gerak oto di sekitar mulut.

Perjalanan makanan dari mulut meliputi proses memasukkan, mengunyah dan kemudian menelan makanan. Jika terjadi gangguan pada mulut maka ketiga aktivitas tersebut akan berjalan tidak lancar. Namun yang sering terdeteksi adalah pada aktivitas mengunyah.  Kadang ada yang tidak bisa mengunyah makanan padat yang bertekstur, seperti daging, atau sayur yang  alot.

Kadang anak yang ada indikasi gangguan motorik tidak melulu tidak suka makanan yang padat. Makanan yang terlalu amis, atau yang bertekstur lengket seperti dodol juga tidak mau. Sampai nasi pun juga ogah makan.  Walaupun ketika makan roti kering atau biscuit dia tidak mengalami masalah karena kedua jenis makanan ini hanya membutuhkan beberapa kali kunyah.

  1. Reflux acid

Reflux acid didefinisikan sebagai naiknya asam lambung  dan membuat saluran pencernaan iritasi. Beberapa akibatnya anak akan merasa mulutnya pahit serta tidak nyaman dan akhirnya dia akan menolak makanan sama sekali yang disodorkan ke dia. Beberapa ciri anak terkena reflux ini diantaranya : menangis dan menolak ketika mau disusui dan juga menangis histeris setelah disusui, sering bersendawa karena asam lambung dan juga bersuara serak karena aktivitas asam lambungnya, dan juga tersedak ketika menyusui.

  1. Masalah System Sensor mulut

Jika  anak menolak makan nasi karena dia merasa tekstur nasi asing di mulutnya maka inilah dia yang dimaksud dengan gangguan system sensor mulut. Disini masalahnya sedikit kompleks karena terkait dengan soal rasa makanan bagi si anak. Kesannya adalah si anak jadi pilih-pilih makanan karena makanan yang disodorkan orang tuanya tidak cocok dengan apa yang cocok di mulutnya.

  1. Rutinitas dan kebiasaan pola makan

Yang terakhir ini berkaitan dengan  kebiasaan makan si anak yang belum tepat.  Karena kebiasaan makan si anak belum terbentuk sehingga dia mulai terganggu pola makannya.  Orang tua dalam hal ini sangat berperan dalam membentuk pola makan yang benar.  Kita sebagai orang tua sering mengabaikan jam makan kita. Hal ini mungkin karena kesibukan, belum ada keinginan makan, atau karena factor lain. Dan secara umum hal ini tidak berefek negative. Tapi jika kita menerapkan hal ini ke anak, maka hal itu adalah sebuah kesalahan yang harus segera diperbaiki.

Anak kecil harus punya waktu makan yang teratur.  Tidak bisa disamakan dengan kita. Oleh karena itu rutinitas waktu makan menjadi hal yang penting untuk anak.   Tapi juga harus diingat kalau si anak mungkin malah menganggap jam makan dia mengganggu aktivitas bermainnya. Jadi orang tua harus kreatif dalam mengajak dan menyajikan makanan.  Tujuannya adalah agar anak mau disuapi.  Ketika anak sedang dalam aktivitas favoritnya, misalkan sedang bermain, atau nonton tv, biasanya akan mudah makan.

Selain rutinitas waktu makan yang teratur. Anak harus dibiasakan untuk memakan apa saja yang diberikan orang tua. Tentu kita tidak akan memberikan sembarang makanan untuk anak-anak kita bukan? Kalau anak mulai sesekali merajuk dan menolak makan yang dihidangkan, seperti menolak makan nasi, maka bisa jadi itu hanya bentuk “testing” mereka kepada sang orang tua.

Kalau misalkan testing mereka berhasil maka selanjutnya anak-anak akan mengetahui cara untuk menolak jenis makanan lain, hanya untuk mencari apa yang mereka inginkan.

Beberapa hal diatas bisa dirujuk di sini.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menangani anak yang tidak mau makan nasi?

  1. Ganti nasi dengan makanan pokok lainnya. Bisa juga diganti snack secara regular. Sehingga walaupun si kecil tidak mau makan tapi energinya tetap ada.
  2. Berkaitan dengan yang no 1 diatas. Snack yang diberikan haruslah yang sudah terdaftar secara resmi dan terjamin kesehatanya.
  3. Berikan alternative pilihan pengganti nasi yang dihidangkan secara menarik. Bisa dengan menghias nasi dengan bentuk-bentuk yang lucu . Bisa juga dengan menata nasi dan lauk pauknya secara menarik.
  4. Susu yang dianggap sebagai sumber tenaga untuk anak tidak bisa dijadikan pengganti nasi. Karena sebenarnya kebutuhan susu pada anak setelah usia 1 tahun tidaklah terlalu penting. Susu hanyalah sebagai pemenuh kebutuhan fosfor dan kalsium saja. Padahal semuanya itu bisa digantikan dengan makan sayur-sayuran atau ikan-ikanan.
  5. Tidak memaksa anak supaya makan. Sepintas memaksa anak untuk makan akan berhasil. Dan itu yang biasanya dilakukan oleh orang tua. Tapi jika terlalu memaksa maka bisa berakibat kurang baik pada persepsi anak tentang makanan.
  6. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil. Tak perlu terlalu fokus pada 4 sehat 5 sempurna. Keinginan makan anak berbeda dengan orang tua. Berusaha saja agar si anak tertarik untuk makan. makanan dihias
  7. Berikan alat makan yang khusus untuk anak. Bisa jadi dengan memberi alat-alat makan khusus, si kecil akan lebih bersemangat untuk makan. Coba sediakan gelas, piring, sendok atau garpu yang tersendiri untuk si anak. Tipikal anak kecil adalah protektif dan sangat senang jika memiliki atau diberi barang khusus untuk dirinya. Teknik privasi alat makan ini bisa jadi cocok membuat anak mau menyantap makanan yang anda berikan.

Yang perlu diingat adalah jika anak tidak mau makan sama sekali bukan berarti dia mempunyai problem serius dengan makanan. Bisa jadi hanya karena anak belum lapar. Atau anak tidak suka melihat tekstur atau warna makanan yang disajikan.  Dan ada kemungkinan juga anak hanya ingin diberi kebebasan untuk memilih makanan yang disukainya.

 

 

 

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *